OUTING CLASS PENERAPAN ALAM TAKAMBANG SEBAGAI GURU

Posted on: February 5, 2019, by :

Alam takambang jadi guru adalah pepatah yang berasal dari Minangkabau. Kalau dijadikan bahasa Indonesia, kira-kira menjadi ” alam terkembang (terbentang luas) dijadikan sebagai guru “. Dewasa ini, pepatah tersebut masuk dalam moto pembelajaran untuk guru. Entah kapan dimulai, yang jelas perangkat pembelajaran tersebut telah digandakan oleh banyak guru. Secara tidak langsung menyebarluaskan pepatah alam takambang jadikan guru. Nyata bagi banyak guru pepatah ini sudah familiar juga. Bahkan di Negeri Belanda juga sangat dikenal oleh pakar pendidikan di sana.

Alam diciptakan Allah untuk dimanfaatkan untuk beragam keperluan. Dapat dirinci, di antaranya sangat banyak pelajaran yang bisa diambil darinya. Karena kearifan para pemikir masyarakat Minangkamabu itu muncul ungkapan “Alam Takambang jadikan Guru”. Banyak sudah teknologi canggih yang kita gunakan sekarang ini mengambil prinsip kerjanya dari alam ini. Untuk itu kita selalu bersahabat dengan alam (lingkungan dimana kita berada) agar kita selalu dapat memetik “pelajaran” darinya.

Ungakapan alam takambang di atas menginspirasi Bu Sri Wahyuni atau lebih sering dipanggil Bu Yuni ini yang merupakan pengajar IPA untuk mengajak anak didiknya belajar langsung di lingkungan sekitar sekolah. Dalam suatu pembelajarn Bu Yuni mengajak anak didiknya mengunjungi peternakan ayam, peternakan ikan, kebun jeruk,kebun jagung dan persawahan. Tampak anak-anak menikmati kegiatan pembelajaran model ini. Mereka aktif menanyakan hal-hal yang ingin mereka ketahu terkait pengelolaan peternak,perkebuna dan pertanian dari narasumbernya.

Zafran dan Syaefurrohman di Peternakan Ayam

Zafran dan Syaefurrohman menyatakan dengan belajar langsung di peternakan ayam mereka dapat mengetahui bagaiaman pemeliharan yang baik agar ayam dapat tumbuh dengan baik. Sedang Dewi Chandrawati dan teman-teman sangat antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber terkait pengelolaan mina padi. Mereka menanyakan teknik pengelolan bertani dengan model mina padi, hasil yang diperoleh dan keuntungannya.

Dewi dan teman-teman antusias mewancarai Narasumber

Setelah kegiatan tampak wajah anak-anak yang puas dengan pengetahuan yang mereka peroleh. Tanpa terasa waktu pemeblajaran telah selsesai. Dengan pembelajarn ini diharapkan kelak anak-anak mau mengembangkan pengetahuannya dalam bidang pertanian dan peternakan di desa masing-masing. Dengan demikian upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyrakat desa kelak akan tercapai di tangan mereka. AMIN.

 

Leave a Reply